Loading...

Sabtu, 21 Juli 2007

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GURU SD MELALUI SIARAN RADIO PENDIDIKAN


Penyusun : Renggani, Spd. SH.

BAB I : PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Membentuk manusia seutuhnya merupakan cita-cita pembangunan bangsa Indonesia seperti yang tersirat dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Dalam mengemban cita-cita tersebut tugas bidang pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, membina dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan kesadaran terhadap lingkungan serta kesadaran terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta. Cita-cita tersebut termaktup dalam tujuan pendidikan nasioanal, yaitu:“Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan” (Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tetang Sistem Pendidikan Nasional dalam Depdikbud : 1992)

Dalam melaksanakan tujuan tersebut ditemui berbagai masalah dan hambatan seperti masalah geografis. Tanah air kita yang terdiri dari beribu pulau besar dan kecil serta memiliki wilayah yang sangat luas. Kondisi geografis yang demikian berakibat tidak meratanya kesempatan memperoleh pendidikan yang layak karena penyebaran guru-guru terutama guru-guru sekolah dasar sehingga mutu pendidikanpun kurang merata. Di kota-kota besar guru berlebih sedangkan di desa-desa terutama di daerah terpencil dan pedalaman sangat kekurangan guru.


B. TUJUAN
Tujuan terpenting dalam Diklat SRP adalah meningkatkan kemampuan guru SD dalam cara mengajar dan penguasaan materi pengajaran, terutama bagi mereka yang tinggal di desa dan tempat terpencil dan juga memberi kesempatan untuk mencapai standar mengajar. Tujuan tersebut dirumuskan dalam Surat keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 239/C/Kep/I/1992 tanggal 18 Juli 1992 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatiahan Guru SD melalui siaran radio pendidikan, yaitu
a. Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan profesional guru sekolah dasar.
b. Memperluas kesempatan meningkatkan mutu profesional guru sekolah dasar yang belum mengikuti program penyetaraan D-II Guru SD.


C. SASARAN
Sasaran program ini adalah guru-guru SD, MI, SLB di 21 propinsi yang belum berkualifikasi setara D-II terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil yaitu propinsi Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Irian Jaya, dan Timor Timur.
Selanjutnya program ini direncanakan bisa menjangkau guru SD di seluruh tanah air dengan penekanann pada profesionalisme guru sesuai tuntutan perkembangan zaman.

Dalam pelaksanaan program ini banyak masalah yang timbul disebabkan oleh latar belakang para peserta yang berbeda-beda. Sebagian besar penduduk tinggal di pulau Jawa (pulau yang terpadat penduduknya), demikian juga guru banyak terdapat di pulau ini, trasportasi dan komunikasi lebih mudah dibanding pulau-pulau lain di luar pulau Jawa.

BAB II : PEMBAHASAN
A. STRATEGI PENYAMPAIAN BAHAN BELAJAR
Untuk menarik perhatian para guru agar ikut berpartisipasi dalam program tersebut, Pustekkom membuat brosur dan radio spot. Brosur dengan dilampiri formulir pendaftaran dikirim ke sekolah melalaui kantor Depdikbud setempat. Para guru yang akan ikut menjadi peserta harus menjadi kelompok belajar di sekolah masing-masing dengan mengisi formulir yang dikirim ke kantor depdikbud Kecamatan, setelah mendaftar akan diberi nomor registrasi sebagai keabsahan menjadi anggota kelompok belajar. Dengan demikian guru-guru berhak mengikuti ujian pada setiap akhir paket atau enam bulan sekali. Kegiatan kelompok belajar adalah membaca buku bahan penyerta dan mendengarkan siaran radio yang diiringi dengan diskusi selama lebih kurang 30 menit.

Mendengarkan secara berkelompok sangat dianjurkan agar setelah siaran dapat mengadakan diskusi tentang materi pelajaran yang disiarkan. Kegiatan ini dapat dilakukan di sekolah-sekolah pada pagi hari sewaktu jam istirahat karena waktu siaran radio pendidikan setiap daerah diusahakan pada waktu jam istirahat sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.

1. Pengembangan Bahan Belajar
Proses pembuatan program dimulai dengan menyusun GBIPM (Garis-garis Besar Isi Program Media) sebagai penjabaran dari kurikulum yang berlaku menjadi kurikulum media yang disusun oleh tim seperti yang disebutkan di atas. Berdasarkan GBIPM tersebut disusunlah bahan penyerta siaran (modul) dan naskah siaran oleh penulis yang sudah dilatih. Naskah yang sudah di review akan diproduksi oleh Pusat Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom Dikbud) dengan pelaksana produksi Balai Produksi Media Radio (BPMR) di Semarang dan Yogyakarta. (kedua lembaga tersebut merupakan unit produksi Pustekkom) Hasil produksi dalam bentuk kaset rekaman kemudian digandakan dan selanjutnya dikirimkan ke Sanggar Tekkom di ibukota propinsi untuk disiarkan melalui Radio Repoblik Indonesia (RRI) daerah, Radio Pemerintah Daerah (RPD), dan Radio Siaran Swasta Nasional (RSSN) di 21 propinsi. Sedangkan bahan penyerta (BP) siaran (media cetak) yang berisi tujuan program, petunjuk pembelajaran, ringkasan isi, istilah-istilah yang sulit, latihan dan tugas serta kunci jawaban.

2. Ujian atau Penilaian
Pada setiap akhir paket para peserta mengikuti ujian atau penilaian yang dilaksanakan secara nasional dan dikoordinir oleh kantor Wilayah Departemen Pendidikan setempat. Pengawasan terhadap pelaksanaan penilaian ini dilakukan oleh aparat kantor wilayah setempat, sedang pengawasan kinerja dan mutu dilakukan oleh Pustekkom dan Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis. Untuk menjaga validasi soal-soal ujian, Pustekkom bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Pengujian menyusun soal bersama ahli materi, dan soal-soal tersebut diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan.


B. KAITANNYA DENGAN SISTEM PEMBELAJARAN SECARA KONVENSIONAL
Program wajib belajar 9 tahun tidak hanya menekankan pada perluasan kesempatan belajar, tetapi juga meningkatkan mutu pendidikan di jenjang pendidikan dasar. Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar khususnya di SD adalah peningkatan profesional guru.

Saat ini materi program Diklat SRP dikembangkan berdasarkani kurikulum D-II Pendidikan Guru SD Universitas Terbuka. Oleh karena itu materi siaran Diklat SRP telah sesuai dengan kebutuhan guru SD dalam melaksanakan tugas mengajarnya di sekolah. Program ini juga merupakan upaya peningkatan kualitas pembelajaran di SD dalam rangka mensukseskan wajib belajar 9 tahun.

Bahan belajar siaran radio bersifat terbuka yang dipancarkan melaui stasiun radio (RRI/RSPD atau radio swasta) di tingkat wilayah (propinsi).

BAB III : PENUTUP
A. Hasil Evaluasi Diklat SRP

Kegiatan pembinaan, pemantauan/monitoring, dan penelitian telah dilakukan dalam upaya penyempurnaan program. Abdul Gafur dalam penelitian evaluasi formatif bahan siaran radio pendidikan Diklat SRP tentang kualitas program ditinjau dari aspek pengajaran, daya tarik atau popularitas program ditinjau dari aspek media dan tingkat pemahaman pendengar terhadap materi siaran, menulis laporan sebagai berikut:
1. Ditinjau dari aspek pengajaran, secara keseluruan 32 program SRP yang diujicobakan di tiga propinsi ( Jateng, Kalteng dan NTT) dnyatakan cukup baik oleh responden.
Beberapa aspek yang dipandang perlu mendapat pembenahan antara lain kejelasan tujuan, relevansi, konsistensi antara tujuan instruksional dengan cakupan serta sistematika penyajian materi.

2. Ditinjau dari aspek media secara keseluruhan program SRP tersebut dinyatakan baik dan menarik untuk didengarkan. Beberapa aspek yang perlu mendapatkan pembenahan karena dirasa masih kurang antara lain masalah interaktifitas program, variasi penyajian, bahasa, cara membawakan naskah, kualitas rekaman dan sebagainya.

3. Terdapat hubungan yang erat antara penilaian/pendapat responden terhadap kualitas program dengan tingkat pemahaman terhadap materi siaran. Artinya bilamana program dinilai menarik bisa diharapkan bahwa hasil pemahaman akan meningkat. Daya tarik suatu program SRP banyak ditentukan oleh variasi penyajian, musik, suara pengiring, cara membawakan/membaca naskah, nama-nama pelaku, dsb.

Beberapa hasil study yang telah dilakukan menunjukan bahwa program Diklat SRP mendapat respon yang baik dari guru-guru khususnya yang berada di daerah terpencil. Mereka menyadari akan pentingnya peningkatan kualifikasi sebagai tuntutan profesionalisme guru. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Badan Litbang Departemen Penerangan (1997) bahwa responden di pedesaan dan perkotaan memberikan penilaian positif terhadap acara pendidikan RRI yang biasa didengar.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Cantrill , Hardley and Gordon W. Allport, (1971), The Psychology Of Radio (Rev. Ed), New York: Arno Press and The New York Times.
Gafur, Abdul Gafur, (1994), Laporan Hasil Penelitian Evaluasi Formatif Bahan Siaran Radio Pendidikan Program Penyetaraan Guru SD dan Diklat SRP, Jakarta, Pustekkom.
————, (1997), Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Penerangan, Jakarta
————, (1992), Himpunan peraturan dan Perundang-Undangan Bidang Pendidikan, Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Miarso, Yusufhadi dan R. Rahardjo (1997), Indonesia’s Radio In-Service Training For Primary School Teachers (Diklat SRP), New Delhi, 6-8 February 1997 : E-9 Meetings Improving The Quality of Learning : Innovative In-Service Teacher Training.
Summer, Robert E., Harrison B. Summer, (1980), Broadcasting and The Public, California : Wodswort Publishing Company.

1 komentar:

aristo on 11 Januari 2008 10.40 mengatakan...

Bu Rengganis, kenapa tertarik menulis Program Diklat SRP Gru SD? Padahal Ibu sepertinya belum pernah jadi peserta program itu. Tapi salut Ibu faham benar dengan prgram tersebut.

 

Rengganis Anak Desa Merapi Blogger Templates Designed by productive dreams | Free Wordpress Templates. presents HD TV Watch Futurama Online. Featured on Singapore Wedding Cakes. © 2011